banner

Rabu, 06 Juni 2012

Manajemen Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah


Manajemen Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah
Manajemen Program Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Pengertian Manajemen Bimbingan dan Konseling
Pada prinsipnya manajemn memuat makna segala upaya menggerakkan individu atau kelompok untuk bekerja sama dalam mendayagunakan sumber daya dalam suatu system untuk mencapai tujuan. Apabila diterapkan ke dalam pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah, maka manajemen bimbingan dan konseling adalah upaya atau cara yang digunakan Kepala Sekolah untuk mendaya gunakan secara optimal semua komponen atau sumber daya (tenaga,dana,sarana/prasana) dan system informasi berupa himpunan data bimbingan untuk menyelenggarakan pelayanan bimbingan dan konseling dalam rangka mencapai tujuan.



Perencaan Program Bimbingan dan Konseling
Bimbingan dan konseling di sekolah apabila tidak dilakukan secara terencana dan sembarang saja maka tidak akan dapat diketahui seberapa hasil yang telah dicapai dalam konteks kontribusinya bagi pencapaian tujuan pendidikan di sekolah.
Pelaksaan dan Pengarahan Program Bimbingan dan Konseling
Setiap sekolah sebagai satuan pendidikan perlu merancang program bimbingan dan konseling sebagai integral dari program sekolah secara keseluruhan. Ada dua program yang perlu dirangcang dan dikembangkan yaitu
Program tahunan sebagai program tahunan. Program tahunan ini dijabarkan menurut alokasi waktu pada setiap semester, program bulanan, bahkan program mingguan. Kegiatan layanan bimbingan dan konseling sebagai program sekolah antara lain
Pemberian layanan informasi melalui ceramah yang mengundang nara sumber dari luar sekolah yang dijadikan sebagai career day.
Program pemberian layanan orientasi bagi siswa baru pada awal tahun sebagai bagian dari program sekolah.
Mengadakan tes bakat atau inventori minat untuk bahan pertimbangan jurusan
Mengadakan kunjungan ke tempat industry yang bermanfaat bagi bimbingan karier.
Memberikan pelatihan keterampilan belajar akademik. Dan sebagainya.
Program kegiatan layanan bagi setiap Guru Pembimbing sesuai dengan pembagian tugas layanan disekolah. Setiap Guru Pembimbing perlu membuat program beruapa satuan layanan (satlan) dan satuan kegiatan pendukung (satkung) setiap kali akan melakukan pelayanan kepada siswa berdasarkan jadwal yang sudah dipetakan.
Dalam menyusun program, baik program tahunan maupun program setiap kegiatan layanan bimbingan dan konseling, hendaknya mencangkup bidang-bidang yang menjadi garapan pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah.
Evaluasi Pelaksaan Program bimbingan dan Konseling
Evaluasi pelaksaan program bimbingan dan koseling merupakan upaya menilai efisiensi dan efektivitas pelayanan bimbingan dan konseling di sekolah pada khususnya dan program bimbingan dan konsseling yang dikelola oleh staf bimbingan dan konseling pada umumnya.
Dengan demikian evaluasi bimbingan dan konseling merupakan salah satu komponen system bimbinganan konseling yang sangat penting, karena mengacu pada hasil evaluasi itulah dapat diambil simpulan apakah kegiatan kegiatan yang telah direncankan telah mencapai sasaran yang diharapkan secara efektifdan efisien atau tidak, kegiatan itu dilanjutkan atau sebaliknya direvisi dan sebagainya.

Tujuan dan fungsi Evaluasi Pelaksaan Program Bimbingan dan Konseling Secara umum evaluasi pelaksaan program bimbingan dan konseling di sekolah bertujuan;
Mengetahui kemajuan program bimbingan dan konseling atau subyek yang telah memanfaatkan layanan dan konseling.
Mengetahui tingkat efisiensi dan efektivitas strategi pelaksaan program dalamkurun waktu yang tertentu.
Secara khusus, evaluasi pelaksaan program bimbingan dan konseling bertujuan untuk
Meneliti secara berkala hasil pelaksaan program yang telah dicapai
Memperoleh informasi tentang tingkat efektivitas dan efisiensi layanan bimbingan dan konseling yang ada
Mengetahui jenis layanan yang sudah ataupu belaum dilaksakan dan jenis layanan yang perlu perbaikan atau pengembangan
Mengetahui tingakt partisipasi staf atau personil sekolah dalam menunjang keberhasilan pelaksaan program
Mengetahui seberapa besar kontribusi program bimbingan dan konseling terhadap ketercapaian tujuan pembelajaran di sekolah
Memperoleh informasi yang cermat dan memadai untuk kepentingan perencanaan langkah-langkah pengembangan program
Membantu mengembangkan kurikulum sekolah yang disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik

Prinsip-prinsip Evaluasi Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling
Agar diperoleh suatu hasil evaluasi pelaksanaan program yang diharapkan, di samping menuntut pengelolaan yang baik, juga harus mengacu kepada prinsip – prinsip evaluasi program. Prinsip-prinsip tersebut adalah :
Evaluasi program yang efektif menuntut pengenalan yang cermat dan rinci terhadap tujuan yang akan dicapai.
Evaliasi program yang efektif membutuhkan kriteria pengukuran yang jelas
Evaluasi program memerlukan keterlibatan dari berbagai pihak yang memiliki kompetisi professional.
Evaluasi program menuntut umpan balik dan tindak lanjut sehingga hasilnya dapat dipakai untuk dasar pengambilan keputusan dan pembuatan kebijakan.
Evaluasi program hendaknya terencana dan berkesinanmbungan.
Pendekatan dan Metode Evaluasi Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling
Beberapa pakar antara lain Shetzer dan Stone (1983) membagi pendekatan ke dalam tiga pendekatanpokok yakni
Pendekatan da metode survey
Prosedur yang ditempuh biasanya dengan mengumpulkan sebanyak mungkin data tentang masukan (siswa),proses,da hasil yang merupakan keluaran program.
Pendekatan dan Metode Eksperimen
Pendekatan ini merupakan perpaduan antara riset dan evaluasi.
Artinya, kegiatan bertujuan melakukan evaluasi tetapi proseduernya memakai model riset eksperimental.
Studi Kasus
Studi kasus digunakan untuk mengumpulkan data mengenai keadaan seorang siswaa yang dijadikan sebagai objek telaah kasus.
Supervise Kegiatan Bimbingan dan Konseling
Manfaat pokok dari supervise ini adalah untuk mengendalikan personil pelaksanaan bimbingan dan konseling, memantau kemugkinan- kemungkinan kendala yang muncul dan di hadapi personil dalam pelaksanaan tugasnya, Mencari jalan keluar terhadap hambatan dan permasalahan dalam pelaksanaan program agar tercapai pelaksananaan yang lancar kearah pencapaian tujuan bimbingan dan konseling, di sekolah.
Organisasi Pelayan Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Pola Organisasi Pelayanan Bimbinga dan Konseling
Manajemen bimbingan dan konseling di sekolah agar bisa berjalan seperti yang diharapkan antara lain perlu adanya didukung oleh adanya organissi yang jelas dan teratur. Organisasi yang demikian itu secara tegas mengatur kedudukan, tugas dan tanggung jawab para personel sekolah yang terlibat.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar